Friday, 13 October 2017

Mengenal Profesi Profiler Dari Criminal Minds

20:39 35 Comments
Sumber: klik di sini

Di mata banyak orang khususnya kaum adam, mereka menilai jika Drakor (Drama Korea) adalah tontonan cengeng dan hanya cocok untuk kaum hawa, jika ada cowok yang suka Drakor, berarti mereka nggak gentle!

SALAH! Nggak semua drama korea itu mellow dan melulu tentang cinta-cintaan. Ada banyak sekali profesi yang diangkat, seperti perjuangan seorang koki, wartawan, penulis, detektif, jaksa, dan salah satunya yang akan aku bahas adalah Profiler. Salah satu profesi di kepolisian yang memanfaatkan ilmu psikologi forensik.


Salah satu aplikasi psikologi forensik adalah criminal profiling, dan yang melakukan criminal profiling disebut Profiler. Criminal profiling adalah suatu usaha ilmiah untuk menyediakan informasi khusus tentang tipe-tipe pelaku kejahatan tertentu, dan digunakan sebagai sketsa biografis pola perilaku dan kecenderungan munculnya perilaku tersebut. Informasi inilah yang akan menolong kepolisian untuk menangkap pelaku kejahatan. [sumber: klik di sini]

Berikut adalah contoh kasus untuk criminal profiling yang aku ambil dari episode ke-7 dan ke-8 dalam drama korea Criminal Minds.

PENEMBAKAN BERANTAI TERHADAP PENGEMUDI DI JALAN YANG TIDAK TERJANGKAU CCTV

Seorang wanita berambut pendek ditembak saat mengemudikan mobilnya pada tanggal 29, pukul 3 pagi di jalur akses jalan lingkar dekat Yangchon-dong dan tanpa saksi mata ataupun rekaman CCTV. Dari hasil otopsi korban tewas seketika setelah sebutir peluru bersarang di kepalanya. Kasus ini terjadi seminggu setelah kasus pertama yang serupa, untungnya korban pertama selamat, tapi masih belum sadarkan diri. Lalu disusul penembakan serupa beberapa hari kemudian.

Dalam kasus ini data yang dimiliki kepolisian adalah keterangan saksi, hasil otopsi gambar dan laporan, barang bukti bubuk mesiu, dan laporan analisis TKP.

Bukti Fisik:
  1. Kejahatan ini menggunakan senjata api, karenanya kepolisian akan menyelidiki orang-orang yang memiliki akses senjata, seperti veteran dan orang militer. Tapi ternyata tidak berhasil. Jadi Profiler di sini berpendapat jika pelaku membuat atau merakit sendiri senjata apinya. Apalagi saat ini tidak ada regulasi tentang pistol pribadi ilegal, sehingga membuat pelakunya makin sulit dilacak. Dugaan ini dikuatkan dengan semua lubang pelurunya berbeda, artinya tekanan pada peluru tidak konsisten, jadi jelas, senjata yang digunakan adalah rakitan sendiri pelaku.


Bukti Psikologi:
  1. Korban sama-sama berumur 40an tahun, dengan tampilan fisik memiliki kemiripan. Dapat disimpulkan jika korban melambangkan sesuatu bagi pelaku;
  2. Sebagian besar bubuk mesiu ditemukan di pipi kiri kedua korban. Mereka ditembak dengan pistol laras panjang melalui jendela kursi penumpang. Luka tembak pada korban kedua berdiameter lebih besar. Diasumsikan jika pelaku memotong mulut pistolnya pada aksinya yang kedua. Pelaku belajar dari pengalaman sebelumnya, apa yang akan dilakukannya jika ingin menembak dengan mudah. Ini membuktikan jika pelaku mempelajari bagaimana cara membunuh dengan mudah;
  3. Dari luar kelihatannya pelaku tidak meiliki motif, tapi sebenarnya ada. Profiler berasumsi jika pelaku melakukan pembunuhan pertama karena terpicu oleh kemarahan. Tapi pembunuhan yang kedua pelaku memiliki motif yang jelas. Jadi Profiler perlu mencari tahu apa yang telah terjadi pada pelaku. Memakai senjata mematikan seperti pistol untuk menekan pelaku yang penakut. Dapat diasumsikan jika pekerjaan pelaku menguras banyak emosi, seperti sales yang menghadapi banyak orang;
  4. Melihat dari waktu yang dipilihnya di kasus kedua yang tidak banyak orang, pasti pelaku sudah terbiasa memendam kemarahannya dan tidak mengungkapkan perasaannya dalam waktu lama. Terlalu sibuk dengan pekerjaan dan telah terbiasa mempelajari perasaan orang lain. Pelaku juga perfeksionis yang suka bekerja seorang diri. Memiliki sosok yang rendah diri yang selalu berusaha menghindar dari kritik orang lain. Selain itu pelaku juga berkepribadian lemah dan tidak akan pernah mengungkapkan kemarahannya. Pada suatu titik sulit bagi pelaku untuk menahan kemarahan itu. Dari analisis ini kemungkinan pelaku dapat dikategorikan psikopatologi (studi tentang penyakit mental, tekanan mental, dan abnormal/perilaku maladaptif);
  5. Penembakan pertama kemungkinan tidak disengaja karena pelaku meninggalkan seorang saksi. Dan jika memang tidak sengaja, bisa jadi mobil yang dipakai pertama kali adalah mobilnya yang sebenarnya;
  6. Ada saksi mata dari seorang pekerja konstruksi jalan dekat TKP, melihat seorang pria berkacamata hitam dalam kegelapan yang terus mondar-mandir dengan mobilnya dengan berpakaian nyentrik. Dan ketika ada seseorang yang mendahului mobilnya, pelaku mengulurkan tangannya pada kursi penumpang, seperti sedang melindungi seseorang, padahal kursi penumpang itu kosong. Kemungkinan jika uluran tangan itu adalah gerak reflek yang biasa pelaku lakukan untuk melindungi keluarganya. Ini membuktikan jika pelaku memiliki istri dan anak. Berarti selama ini pelaku mencari korban untuk menggantikan istrinya tapi tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan dan mulai bersandiwara;
Dari analisis tersebut bisa disimpulkan profil pelaku:
  • Pakaian dan maskulin yang berlebihan, korban yang dipilihnya berpenampilan mirip. Selain itu penembakan pertamanya adalah seorang wanita. Semua ini menyatakan pelaku mengalami krisis maskulinitas;
  • Korban pertama tidak disengaja, tapi pasti ada trauma serius yang menyebabkannya. Dapat disimpulkan jika pelaku pengidap skizofrenia (Gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku. Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental mengingat sulitnya penderita membedakan antara kenyataan dan pikirannya sendiri; [sumber: klik di sini
  • Berusia 40 - 50 tahun dari penampilannya;
  • Menilai dari kejahatannya pelaku penakut dan kemungkinan diremehkan sebagai kepala keluarga;
  • Memiliki 3 mobil, sedan hitam, sedan biru, dan SUV biru;
  • Menimbang dari pernyataan saksi pertama kemungkinan besar pelaku adalah pekerja kelas menengah;
  • Melihat pola kejahatannya, pelaku tidak asing dengan daerah TKP;
  • Ada kemungkinan besar pelaku tidak dapat menerima kehidupan nyata. Karena tidak terkendali, besar kemungkinan orang - orang di sekitarnya dalam bahaya.
Dari analisis di atas kita bisa melihat siapa yang memungkinkan sebagai pelaku, juga sebagai acuan bagian investigasi dalam mencari latar belakang pelaku. Siapa saja yang memiliki mobil tersebut di daerah Yangchon-dong, dan yang pernah melakukan transaksi pembelian peluru ilegal, 

Jadi kira-kira begitulah tugas seorang Profiler, memetakan tersangka dan terkadang diharuskan berpikir seperti pelaku kejahatan. Drama korea ini nggak ada cinta-cintaannya sama sekali. Tapi menegangkan dan seru, penonton jadi sedikit banyak mengetahui tentang psikologi forensik dan profesi yang tidak biasa ini. 

Psikologi forensik sendiri di Indonesia masih belum sering digunakan dibandingkan dengan negara luar, dikarenakan keterpercayaan pemerintah dan psikolog forensik sendiri di Indonesia masih sangaaattt jaraaanggg. Akan tetapi, berdasarkan pemberitaan televisi kita bisa melihat psikologi forensik semakin berpengaruh. Penerapan psikologi di mata hukum dinilai penting dan membantu penyelsaian kasus kejahatan dikarenakan banyaknya kasus kriminal yang disertai masalah mental. Contohnya saja beberapa media menanyakan pendapat psikolog mengenai kasus kriminal seperti kasus mutilasi yang dilakukan Ryan (tahun 2008) dan kasus Ade Sara yang dibunuh pacar dan temannya (2014). [sumber: klik di sini]

Baiklah, terima kasih telah membaca hingga selesai. Sampai jumpa di tulisan gaje berikutnya.

Salam sayang,
Ning!


Saturday, 2 September 2017

'The Shape of Voice' Entered My Heart

20:38 0 Comments
The Shape of Voice

Judul: Koe No Katachi / The Shape of Voice / A Silent Voice
Sutradara: Naoko Yamada
Penulis: Yoshitoki Oima (manga), Reiko Yoshida (screenplay), & Kiyoshi Shigematsu
Pengisi Suara: Miyu Irino (Shoya Ishida), Saori Hayami (Shoko Nishimiya), Aoi Yuki (Yuzuru Nishimiya),
Durasi: 2 jam 10 menit 
Tahun Rilis: 2016 (Jepang), 2017 (Indonesia)

SINOPSIS:

Shoya Ishida, membully teman perempuan SDnya yang tuna rungu. Anak perempuan itu bernama Shoko Nishimiya. Awalnya Shoya geram pada Nishimiya karena selalu merepotkan teman-temannya. Dan lambat laun menjadi kebencian hingga berujung bullying. Hingga Nishimiya akan pindah ke sekolah lain karena Ibunya mengetahui tentang bullying yang dialami putrinya.

Tuesday, 29 August 2017

Wali Nikah Ketika Bapak Tak Ada

16:59 7 Comments



"Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separo sisanya"
Hadits Riwayat Baihaqi


Ketika usia beranjak senja, dan umur pacaran sudah terlampau tua. Juga ketika sudah bosan dengan kesendirian, ingin sekali memiliki pendamping untuk menghapus sepi. Bersama memikul lara, dan tertawa bersama saat suka menghampiri.

Untuk itu, aku dan dia memutuskan untuk menikah. Melangkah ke jenjang yang diridhoi oleh-Nya. Setelah 8 tahun menjalani masa pacaran. Sebenarnya kami tak ingin pacaran selama itu. Tapi keadaan memaksa kami untuk begitu. Bersama, dengan sabar menunggu waktu untuk akhirnya kata 'menikah' mendapat restu dari kedua keluarga.

Menikah bagi kami bukan perkara gampang. Apalagi dengan segala keterbatasan yang kami miliki. Dan lagi-lagi materi memang momok yang menakutkan. Hidup bermasyarakat bertolak belakang dengan kemampuan. Karena kami sama-sama berusaha sendiri. Tapi ingin memantaskan diri. Maafkan kami yang begitu ingin -paling tidak- memiliki kenangan sederhana yang ingin kami simpan untuk suatu saat dikenang bersama.

Selain itu, aku tidak memiliki figur seorang Bapak. Terakhir kali aku bertemu Bapak adalah saat SMP, atau sekitar 10 atau 11 tahun yang lalu. Tak ada lagi kabar maupun kontak. Hingga Bue meninggal pun, tak ada kabar dari seorang Bapak. Tapi tak apa, aku masih bisa hidup normal dan merasa beruntung. Setidaknya hidupku tidak kekurangan apa pun.

Tapi ketika kata menikah terucap. Saat keluarga dia datang ke rumah dengan membawa hari bahagia kami. Aku kaget sekaligus senang, tapi juga resah. Bagaimana nanti untuk wali nikah kami? Jika Bapak tak ada? Saudara lelaki pun juga tak ada. Kebetulan semua anak nenekku perempuan semua. Dan anak Bue juga semua perempuan.

Agar lebih jelas di bawah ini adalah urutan wali nikah dari pihak perempuan:

sumber: http://pinogaluman-kua.blogspot.co.id/2012/11/wali-nikah.html

Dari urutan tersebut tidak ada laki-laki yang bisa menjadi wali nikah kami. Tapi sebelumnya aku juga sudah berusaha mencari orang yang memiliki sebutan Bapak dalam kehidupanku itu. Sudah dari kecil memang aku suka mencatat hal-hal penting. Termasuk alamat rumah Bapak yang di Jakarta. 

Rumahnya masih yang dulu, keluarganya masih tinggal di situ. Tapi diantara mereka tak ada yang tahu, kini Bapak tinggal di mana. Entah karena tidak tahu, atau ditutup-tutupi. Aku berusaha khusnuzon, berpikir positif dan tak ingin berburuk sangka. Aku tahu, ketiga kata itu memiliki makna yang sama, hanya saja, aku ingin lebih meyakinkan dan menguatkan diri.

Karena alasan itulah aku mendaftar di KUA jauh-jauh hari. Untuk mengantisipasi jika ada masalah pada wali. Tapi alhamdulillah, dengan bantuan dari banyak orang yang menyayangi kami. Semua berjalan lancar. Pihak KUA memutuskan untuk menyerahkan masalah wali pada negara. Atau dengan kata lain Wali Hakim. Karena memang keberadaan Bapak tidak diketahui. Beda cerita jika Bapak meninggal. Bisa memakai adik atau kakak laki-laki Bapak, yang aku pun tak tahu, apakah Bapak memiliki saudara laki-laki atau tidak.

Lega. Karena semua berjalan lancar dan juga karena aku tak perlu bersinggungan dengan sosok asing bernama Bapak.


Terima kasih Pak Lurah, Mas Ipar, dan segala pihak yang telah membantu melancarkan pendaftaran pernikahan kami yang akan berlangsung 2 bulan lagi.


Salam sayang,
Ning!
dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الباقي
Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya.


Read more https://konsultasisyariah.com/26085-makna-hadis-menikah-menyempurnakan-setengah-agama.html

Sunday, 30 July 2017

Life Style Blogger, Bagaimana Cara Nonton dan Kuliner Gratis?!

00:00 18 Comments


Pukul 10.30, aku baru datang di Perpusatakaan Umum di daerah Gandaria tempat acara kopdar Kubbu, yang rencananya acaranya akan dimulai pukul 10 pagi. Di depan, Mas Aris sang narasumber sudah duduk manis dengan Team Dapur Kubbu untuk mempersiapkan acara ini. Kuperhatikan, belum terlalu banyak peserta yang hadir. Dan aku jadi ngerasa malu gitu, ini narasumber datangnya duluan woy! Ini ilmu siapa yang butuh sebenarnya?! Ngomong sama diri sendiri.

Wednesday, 19 July 2017

[Review] The Mortal Instruments: City of Bones (Book 1) by Cassandra Clare

09:53 0 Comments




Seorang gadis berumur 15 tahun bernama Clarissa Fray, menjadi saksi pembunuhan terhadap pemuda berambut biru di sebuah club Pandemonium. Pembununuhan itu dilakukan oleh 2 pemuda bernama Jace dan Alec, juga seorang gadis bernama Issabele. Usia para remaja itu tidak terlalu jauh dari Clary. Mereka memiliki banyak tatto aneh dan menggunakan senjata yang tidak lazim (Seperti cambuk yang berkilau keemasan saat dilepaskan dan pisau aneh yang bercahaya).

Clary tidak percaya hantu atau semacamnya. Tapi pemuda berambut biru itu menghilang, terlipat dan di telan udara setelah ia mati. Ternyata pemuda berambut biru itu adalah iblis. Dan ketiga remaja itu merupakan Nephilim (manusia keturunan malaikat) yang membasmi iblis untuk melindungi manusia. Mereka disebut Pemburu Bayangan aka Shadow Hunter.

Tapi anehnya, mengapa Clary bisa melihat Pemburu Bayangan? Di saat orang lain tidak melihatnya?

Ibu Clary yaitu Jocelyn Fray, juga seorang Pemburu Bayangan di masa lalunya. Selama ini Jocelyn menutupi rahasia itu rapat-rapat dari Clary. Tidak ingin anak perempuannya terlibat dalam dunia yang telah lama ditinggalkannya dan untuk melindungi Clary. Di samping Jocelyn juga ada Luke. Pria yang bukan suami atau pun paman Clary yang sangat dekat dengan keluarganya. Pria yang membantu Jocelyn menutupi jati dirinya walau tidak setuju jika ia menutupinya dari Clary.

Lalu suatu ketika Ibu Clary menghilang ketika Clary dan Jocelyn sedang bertengkar, Clary keluar rumah bersama Simon (sahabatnya) ke sebuah cafe dimana Simon dan bandnya manggung. Dan di cafe itulah Clary kembali bertemu dengan Jace. Salah satu pemuda yang membunuh si rambut biru.

Jocelyn di culik oleh Valentine Morgenstern. Pemimpin dari Lingkaran. Sebuah perkumpulan yang memiliki visi memurnikan dunia dari darah Iblis, warlock (manusia setengah iblis), Vampir, Fey (peri berkekuatan sihir), dan manusia serigala. Valentine ingin dunia ini hanya duhuni oleh darah murni yaitu manusia tanpa darah iblis.

Untuk mencari Ibunya mau tak mau Clary masuk ke dalam Dunia Bayangan. Jace mengajaknya ke Institut, tempat para pemburu bayangan bersembunyi. Jace memperkenalkan Clary pada Hodge, guru Jace di Institut. Aku ngebayangin Hodge di sini kayak Dumbledore di Harry Potter. Heheh.. Walau ciri-ciri fisik yang digambarkan di buku ini agak beda. Tapi perannya mirip kepala sekolah yang kece itu. Dan kemana pun Hodge pergi, ia selalu ditemani dengan Hugo, seekor burung elang yang terus bertenger di pundaknya.

Jika terjadi sesuatu Hodge bertugas untuk memberi kabar Kunci, pemimpin Nephilim. Dan Hodge sangat gemar membuat obat herbal yang sangat berguna jika Pemburu Bayangan terluka.

Setelah beberapa lama, alasan Valentine menculik Jocelyn terungkap. Dengan fakta yang mengejutkan Clary. Terungkap bahwa Jocelyn adalah istri Valentine. Hodge, Luke, Jocelyn, dan Valentine dulunya merupakan teman sekelas ketika di Idris (kampung halaman Nephilim). Dan Valetine sedang mencari Piala Mortal yang disembunyikan oleh Jocelyn.

Piala Mortal sangat erat kaitannya dengan legenda asal-usul Nephilim atau Pemburu Bayangan. Mereka diciptakan lebih dari seribu tahun yang lalu. Ketika manusia diserbu oleh serangan iblis dari dunia-dunia lain. Seorang warlock, memanggil Raziel (Malaikat Penjaga Rahasia), yang mencampurkan sebagian darahnya sendiri dengan darah manusia di dalam sebuah piala, lalu memberikannya kepada manusia untuk diminum. Manusia meminum darah malaikat menjadi Pemburu Bayangan, begitu pula anak-anak mereka, juga anak-anak dari anak-anak mereka.

Jadi intinya si Valentine pengen pakai piala itu untuk menciptakan pasukannya sendiri. Padahal nggak semua manusia mampu menahan Rune yang akan tercetak di kulit mereka ketika mereka minum darah dari piala mortal. Rune adalah tatto alfabet jerman kuno atau karakter yang berhubungan dengan ilmu sihir yang memiliki kekuatan untuk bertarung dan bahkan menyembuhkan. Tatto ini tidak selalu ada. Rune hanya ada jika diaktifkan dengan stela. Semacam tongkat sihir gitu.

Dan sebuah kisah seru nggak bakal lengkap tanpa romansa. Jace dan Clary saling jatuh cinta. Tapi ternyata penulis membuat plot twist yang bikin yang baca shock! Jika ternyata Jace tak mungkin menjalin hubungan asmara dengan Clary. 


Buku ini walau terjemahan bahasanya nggak ngebosenin dan kaku. Standing applause buat Melody Violin yang telah menterjemahkan buku ini dengan keren! Jadi rating untuk buku ini adalah 4,5 Bintang! dari 5. Yeah!


Btw, aku udah nonton filmnya juga. Tapi berenti ditengah jalan. Like always, the book is better than the movie! 

 
Di film beberapa detail cerita diubah. Dan pemainnya menurutku nggak keren. Jadi kecewa banget pas nonton filmnya. Nggak sesuai ekspektasi. Dan ngerasa kalo imajinasiku pas baca bukunya dirusak habis-habisan sama filmnya 😢


Buku ini aku pinjam dari Perpuda Jakarta Pusat. Yuk kita meramaikan perpustakaan! :) 

Judul: The Mortal Instruments: City of Bones | Penulis: Cassandra Clare | Penerjemah: Melody Violin | Pewajah Sampul: Russel Gordon | Ilustrasi Sampul: Cliff Nielsen | Editor: Helena Theresia | Cetakan ke III: Agustus 2011 | ISBN: 978-602-8224-80-2

Thursday, 6 July 2017

Usia Seperempat Abad! Akankah Hari Ini Spesial?!

10:52 6 Comments


Besok aku akan menginjak usia 25 tahun/seperempat abad/udah tua/waktunya pakai krim anti aging! Jadi malam ini, aku mutusin untuk beres-beres kamar kost. Nyetrika tumpukan baju yang teronggok di atas tempat tidur, baju-baju itu biasanya jadi temen tidurku. Merapikan kosmetik, aksesoris, minyak wangi, buku dan makanan yang berantakan. Bayangkan mereka menyatu jadi satu. Jadi dengan sabar, aku memisahkan mereka satu per satu walau dengan berat. Karena mereka memang suka bergaul jadi nggak suka kalau terpisah. Haha garing!

Tuesday, 4 July 2017

[Review] The Chronicle of Audy: 4R by Orizuka

17:20 0 Comments
WhatsAppImage2017-07-04at13.12.01
ingoldbooks adalah blog saya yang juga telah saya hapus :(

Sinopsis:
Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!
Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.
Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!
Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.

instagram