Tuesday, 29 August 2017

# Daily Life # Family

Wali Nikah Ketika Bapak Tak Ada




"Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separo sisanya"
Hadits Riwayat Baihaqi


Ketika usia beranjak senja, dan umur pacaran sudah terlampau tua. Juga ketika sudah bosan dengan kesendirian, ingin sekali memiliki pendamping untuk menghapus sepi. Bersama memikul lara, dan tertawa bersama saat suka menghampiri.

Untuk itu, aku dan dia memutuskan untuk menikah. Melangkah ke jenjang yang diridhoi oleh-Nya. Setelah 8 tahun menjalani masa pacaran. Sebenarnya kami tak ingin pacaran selama itu. Tapi keadaan memaksa kami untuk begitu. Bersama, dengan sabar menunggu waktu untuk akhirnya kata 'menikah' mendapat restu dari kedua keluarga.

Menikah bagi kami bukan perkara gampang. Apalagi dengan segala keterbatasan yang kami miliki. Dan lagi-lagi materi memang momok yang menakutkan. Hidup bermasyarakat bertolak belakang dengan kemampuan. Karena kami sama-sama berusaha sendiri. Tapi ingin memantaskan diri. Maafkan kami yang begitu ingin -paling tidak- memiliki kenangan sederhana yang ingin kami simpan untuk suatu saat dikenang bersama.

Selain itu, aku tidak memiliki figur seorang Bapak. Terakhir kali aku bertemu Bapak adalah saat SMP, atau sekitar 10 atau 11 tahun yang lalu. Tak ada lagi kabar maupun kontak. Hingga Bue meninggal pun, tak ada kabar dari seorang Bapak. Tapi tak apa, aku masih bisa hidup normal dan merasa beruntung. Setidaknya hidupku tidak kekurangan apa pun.

Tapi ketika kata menikah terucap. Saat keluarga dia datang ke rumah dengan membawa hari bahagia kami. Aku kaget sekaligus senang, tapi juga resah. Bagaimana nanti untuk wali nikah kami? Jika Bapak tak ada? Saudara lelaki pun juga tak ada. Kebetulan semua anak nenekku perempuan semua. Dan anak Bue juga semua perempuan.

Agar lebih jelas di bawah ini adalah urutan wali nikah dari pihak perempuan:

sumber: http://pinogaluman-kua.blogspot.co.id/2012/11/wali-nikah.html

Dari urutan tersebut tidak ada laki-laki yang bisa menjadi wali nikah kami. Tapi sebelumnya aku juga sudah berusaha mencari orang yang memiliki sebutan Bapak dalam kehidupanku itu. Sudah dari kecil memang aku suka mencatat hal-hal penting. Termasuk alamat rumah Bapak yang di Jakarta. 

Rumahnya masih yang dulu, keluarganya masih tinggal di situ. Tapi diantara mereka tak ada yang tahu, kini Bapak tinggal di mana. Entah karena tidak tahu, atau ditutup-tutupi. Aku berusaha khusnuzon, berpikir positif dan tak ingin berburuk sangka. Aku tahu, ketiga kata itu memiliki makna yang sama, hanya saja, aku ingin lebih meyakinkan dan menguatkan diri.

Karena alasan itulah aku mendaftar di KUA jauh-jauh hari. Untuk mengantisipasi jika ada masalah pada wali. Tapi alhamdulillah, dengan bantuan dari banyak orang yang menyayangi kami. Semua berjalan lancar. Pihak KUA memutuskan untuk menyerahkan masalah wali pada negara. Atau dengan kata lain Wali Hakim. Karena memang keberadaan Bapak tidak diketahui. Beda cerita jika Bapak meninggal. Bisa memakai adik atau kakak laki-laki Bapak, yang aku pun tak tahu, apakah Bapak memiliki saudara laki-laki atau tidak.

Lega. Karena semua berjalan lancar dan juga karena aku tak perlu bersinggungan dengan sosok asing bernama Bapak.


Terima kasih Pak Lurah, Mas Ipar, dan segala pihak yang telah membantu melancarkan pendaftaran pernikahan kami yang akan berlangsung 2 bulan lagi.


Salam sayang,
Ning!
dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الباقي
Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya.


Read more https://konsultasisyariah.com/26085-makna-hadis-menikah-menyempurnakan-setengah-agama.html

7 comments:

  1. Niiiiing selamat yaa.. semoga lancar sampe hari H.. btw postingannya berguna banget, karena bapakku udah ga ada, sempet ada pikiran kalo nanti nikah siapa yg lebih utama ngewaliin.. semangat trus yaa ning, semoga nanti dipertemukan sama bapak kamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Makasih Kharin. Semoga nanti kamu cepet nyusul, hehe
      Dan semoga aku gak ketemu bapakku 😂

      Delete
  2. Selamat mbak Ning. Ditunggu undangannya hehehe

    ReplyDelete

  3. Selamat kak Ning, semoga lancar sampai hari H! Salut dengan ketabahan dan kekuatannya. Semoga berkah. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Terenyuh sekali membaca tulisan ini. Meski ditinggal sejak lama, betapa kamu masih bisa mendoakan dan berprasangka baik pada Bapak kamu. You are too strong, Ning! I'm proud of you!
    Semoga diberi kelancaran di setiap sesi pernikahannya dan kehidupan yang baru bahagia juga sejahtera.

    ReplyDelete

instagram