Friday, 15 December 2017

# Daily Life

Ibu... Job Desk Baru



Pagi itu, aku harus bangun lebih awal dari biasanya. Kebiasaan setelah sholat subuh tidur lagi, bukan lagi rutinitas. Setelahnya aku harus membuat bekal ke kantor dan terburu-buru mengejar KRL. Berdesak-desakkan, terdorong ke kanan-kiri, bahkan kepalaku tersikut dua kali. Hingga menyebabkan kepala pusing setelah sampai kantor.

Pernah suatu ketika karena terburu-buru ingin naik dan dapat tempat duduk, tangaku sampai terjepit pintu KRL, hingga membiru dan berdarah-darah. Mau disumbat pakai tisu nggak bawa tisu. Tanya mbak-mbak sebelah nggak punya, dan pada akhirnya aku balut pakai kain masker. Tak ada rotan, akar pun jadi.

Tapi bukan perihal KRL dan berbagai drama di dalamnya yang ingin aku ceritakan. Tapi tentang profesi baru yang kini aku sandang. Ibu Rumah Tangga, job desknya mengurus suami, rumah, dan mendidik anak (jika sudah ada).

Jika biasanya aku mencuci baju paling sering seminggu dua kali atau paling jarang seminggu sekali. Sekarang aku harus mencuci setiap hari. Jika biasanya kamarku berantakan. Sekarang aku dituntut untuk rapi, karena memang dia sangat perfectionist jika menyangkut hal ini. Dan jika biasanya aku hanya masak nasi atau paling banter rebus indomie pakai rice cooker. Kini, jika tak ingin boros aku harus belajar masak. 

Dan masih banyak kata 'jika biasanya...' berderet di belakangnya. Hingga dalam benak terus terngiang, alangkah hebat peran Ibu. Ternyata superhero tak hanya ada di TV. Malah sangat nyata dan begitu dekat. Bayangkan jika seorang Ibu bekerja, juga mengurus rumah, lalu mengurus suami dan anak, bisa dipastikan kantung mata menghitam dan badan bertambah kurus atau gemuk. Tergantung tingkat stres yang dialami. Jika ada Ibu-ibu yang tetap cantik dan tidak mengalami gejala di atas. Bisa dipastikan bahwa Ibu itu banyak duit dan asisten rumah tangganya berderet. Hingga tak perlu risau akan hal remeh di atas. Ya, bisa jadi begitu. Kalau tidak, Ibu itu memang superhero bermental baja.

Dulu, ketika menginginkan sesuatu aku akan dengan segera memenuhinya. Kini, aku akan berpikir ratusan bahkan ribuan kali lagi sebelum mewujudkan keinginan yang kini terasa tak begitu penting. Dia... Yang lebih dulu. Baru aku. 

Begitulah, rutinitas dan profesi baru yang melelahkan. Tapi melegakan, juga membahagiakan. Maafkan aku yang curhat. Hehe

Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Jika iya, selamat....  Kalian sedang jatuh cinta. Bukan cinta kelas bertopeng, tapi cinta yang tulus. Mungkin begitu...  Kira-kira. 

Terima kasih buat yang sudi meluangkan waktunya membaca ocehan tak berbobot ini. Lalu ada yang membatin, 'untung sedikit'. Memang, orang Indonesia selalu beruntung. Dan semoga senantiasa diberi keuntungan...  Apalagi jika dalam kesempitan. Hmmm...  Awkward! 


Salam sayang,
Ning! 


NB: Bahkan untuk menulis ini pun, aku sambil menunggu rendaman cucian yang menunggu dikucek. Alhamdulillah. 

37 comments:

  1. Selamat berjuang bu...
    Semoga sukses jadi ibu teladan dunia akhirat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinn... Makasih doanya kak 😊

      Delete
  2. Aduh,ngeri banget siiih sampe kejepit pintu KRL :(
    Btw jadi ibu memang gitu. Tugasnya gak pernah kelar. Gak bisa cuti pula :))

    ReplyDelete
  3. Ah kecelah mom wannabe...
    Aku msh mendahulukan bapak ibu, sebelum nanti mendahulukan dia.. #hazhek

    Mba Ning..ganbatte membangun tangga menuju surga bersamanya yaaach..😘😘

    ReplyDelete
  4. dulu waktu kecil, nenek aku selalu ngomong. bekerja sesungguhnya itu ya jadi ibu rumah tangga.


    ketika di kantor, pas pulang itu namanya kerjaan selesai untuk satu hari. tapi kalo di rumah seharian, hampir selalu ada kerjaan. tak pernah habis.

    selamat menikmati ka ning. aku masih menunggi antrian. hehe

    ReplyDelete
  5. Lama2 juga biasa ko mbak seperti ibu2 lainya hehehe

    ReplyDelete
  6. "Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri?", ini pertanyaan yang menarik. Jawabannya kalau seseorang belum ada, kalau suatu hal ada, yaitu pekerjaan yang digeluti saat ini. Meski masih merintis usaha di dunia musik tetap berusaha, berjuang, bertahan sampai mimpi-mimpi itu terwujud.

    Semangat, Mbak Ning! Tulisannya memberikan gambaran bagaimana kehidupan rumah tangga untuk bekal bagi yang menuju ke arah sana. Semoga selalu diberi kekuatan :)

    ReplyDelete
  7. ciee yang abis nikah... eh gue kira ini ibu yang di pegabdi setan ahhaha.. congrats ning

    ReplyDelete
  8. Baru ngeh, jadi ibu itu gak bisa cuti, hebat euy. Selamat ya, Ning!

    ReplyDelete
  9. membaca tulisan ini di pagi hari dalam perjalanan ke kantor membuat saya merasa ingin segera jadi Ibu. Aku suka gaya bertuturnya, mengalir dan asyik dibaca.

    ReplyDelete
  10. Yang seru malah cerita krl nya. Kurang panjang cerita krl nya mba hehee

    ReplyDelete
  11. Peluh dan lelah seorang istri dan Ibu, menjadi jalan mengantarkan ke surga.insyaAllah..

    ReplyDelete
  12. Selamat buat pernikahannya mbak. Jadi Ibu rumah tangga memang berat. Ada banyak juga yg tetap bekerja. Luar biasa pokoknya.
    Tetap semangat.

    ReplyDelete
  13. "Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Jika iya, selamat.... Kalian sedang jatuh cinta. Bukan cinta kelas bertopeng, tapi cinta yang tulus." mbak niing aku suka banget iniiii kalimat ini.. Huaaa

    ReplyDelete
  14. Selamat mbk ning buat job desk barunya..
    Pernah kejepit pintu KRL 😭😭 pasti sakit banget.

    ReplyDelete
  15. terima kasih Mbak Ning atas selamatnya, sampai kapan pun saya selalu jatuh cinta dengan orang tua saya, kainginan mereka lebih dulu yang penting. Sekarang mamak minta saya nikah, tapi jodoh masih terus memantaskan diri #LhaTjurhat hahhaa

    Anyway Mba, selamat juga yaa atas peran barunya. Hebat banget kerjaan barunya. Terdabest di dunia :D

    ReplyDelete
  16. Kemaren naik KRL dr Cikarang agak sedikit kapok....

    ReplyDelete
  17. Life is tough ya, kak Ning? Tetap semangaaaat...

    ReplyDelete
  18. Menjadi ibu rumah tangga itu sesuatu yang luar biasa ya mbak.. Di tunggu cerita asik berikutnya ya...

    ReplyDelete
  19. Ini pekerjaaan TERHEBAT .. apalagi jika bisa jadi ibu tidak hanya untuk keluarga, tapi juga buat komunitas, masyarakat dll

    ReplyDelete
  20. beruntunglah yang bisa menjadi ibu

    ReplyDelete
  21. Saya sangat salut, jika kelak, anaknya di didik oleh ibunya langsung bukan pembantunya yang terkadang terjadi dikehidupan urban Jakarta.

    ReplyDelete
  22. Wah jadi punya gambaran sedikit nih soal ibu rumah tangga. Makasih Mba Ning untuk sharingnya :)

    ReplyDelete
  23. Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Pertanyaannya buat aku mikir keras kak. Utk sekarang prioritas aku emang ke ibu, ayah, dan adik-adik karena blm menikah. Tapi cepat atau lambat, aku akan seperti kakak juga.

    ReplyDelete
  24. Ning, selamat ya.
    Sekarang tinggal di mana, ning. Kok naik krl?

    ReplyDelete
  25. Ning, selamat ya.
    Sekarang tinggal di mana, ning. Kok naik krl?

    Beni (nggak bisa komen pk blog sendiri, ning)

    ReplyDelete
  26. tetiba jadi ngaca, ratusan kali blg pgn nikah. liat ini jd merasa, apakah saya sudah pantas? hhe

    ReplyDelete
  27. Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Jika iya, selamat.... Kalian sedang jatuh cinta.

    Iya nih, baru beberapa bulan aku mulai masuk ke dunia kerja (habis wisuda hehe) gajiku didedikasikan untuk mami, pokoknya prinsipku, "bahagiain dia dulu, gue mah gampang" trs rasanya seneng bgt bisa jajanin orang tua ya :)) udah gt ada seseorang yg ditaksir jg, jadi dlm hati sekalian minta, "mi doain semoga dia orangnya ya" hehe loh jadi curhat :p abisnya setelah baca tulisan ini aku senyum dan terharu sendiri sih, thank you mba!

    ReplyDelete
  28. Waaah Ning mau ga mau harus telaten ngurusin pekerjaan rumah tangga yaa. Udah bisa masak apa aja, Ning? Semoga jobdesknya selalu berjalan lancar yaa :)

    ReplyDelete
  29. Ngeri banget yang pas kejepit pintu KRL tapi suka curhatannya ka Ning yang ngalir eh tau2 udah selesai baca

    ReplyDelete
  30. selamat ning atas profesi barunya semoga berkah :)

    ReplyDelete
  31. Wahhh ibu selalu punya tempat di hati anak" nya. Salken ya mbak ning, semoga bisa mampir di blog saya juga. Hehehehe #DuniaFaisol

    ReplyDelete

instagram